Pagi itu setelah mengalami demam hebat selama 2 hari disertai kepala yang super pusing dan mual.Saya berdiri untuk bercermin disalah satu sisi dinding kamar.Jika selama sakit saya hanya berdiri untuk kekamar kecil dengan tertatih tatih maka hari ini lumyan ada kekuatan baru pada tubuh.
Ketika saya menyisir dan mengaca itulah saya merasakan keanehan tapi saya belum tahu mengapa.
Setelah tertegun sebentar baru saya sadari jika saya tidak bisa melihat wajah saya dicermin.bayangan dikaca itu hanya memperlihatkan pinggiran kaca yang memantulkan untaian rambut.tapi.....wajahku...wajahku kemana?????
Spontan keluar jeritan takbir dari mulut ini Allahu Akbar.....berkali kali...
Ya Allah...sungguhkah ini sambil panik saya usap usap cermin dengan harapan besar cermin ini tertutup kotoran yang menghalangi cermin tapi tetap tak ada bayangan wajah memantul dari cermin itu....
Pagi yang histeris buat saya waktu itu.karena suami lagi keluar kota dengan buru buru saya menghubungi keluarga terdekat.dan akhirnya kakak lelaki sulung yang langsung menghantar ke RS.

Pemeriksaan marathon dimulai.karena dokter mata belum datang saya diperiksa dibagian penyakit dalam dengan berbagai test dari urine dan rongten.hasilnya ada infeksi ginjal karena urine keruh coklat.dan gejala typus, Innalillahi....kok borongan gini....

Akhirnya bertemu juga dengan dokter mata hasil pemeriksaan wal tekanan pada bola mata tinggi mencapai 34 padahal normalnya 17 dan bila samapai 20 saja itu sudah cukup membuat orang teler akibat pusing yang diakibatkan
Tekanan pada bola mata ini katanya diakibatkan karena gangguan dalam mekanisme pengeluaran cairan yang terus menerus dibentuk di ruang depan mata.
atau bisa juga karena penyakit turunan.dan biasanya ini gejala dari Glaukoma.
Glaukoma adalah penyakit mata kronis progresif yang mengenai saraf mata dengan neuropati (kelainan saraf) optik disertai kelainan bintik buta (lapang pandang) yang khas. Faktor utamanya adalah tekanan bola mata yang tinggi.
menurut survei Departemen Kesehatan RI 1992 dikatakan, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen dari seluruh penduduk. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua (0,2 persen) setelah katarak. Berbeda dengan kebutaan akibat katarak yang dapat dipulihkan, kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen dan ini fatal banget kan???.

Ada empat jenis glaukoma, yaitu
glaukoma primer sudut terbuka, biasa disebut glaukoma kronis atau pencuri penglihatan, karena pasien sering tidak menyadarinya. Pada umumnya mulai terjadi pada usia di atas 40 tahun.
Yang kedua adalah glaukoma primer sudut tertutup, yang banyak terjadi pada ras Asia, termasuk Indonesia.
Glaukoma ini terbagi akut dan kronis. Pada keadaan akut, sudut bilik mata depan akan tertutup se- cara mendadak, seperti selapis kertas yang menutup saluran keluar.
Akibatnya, tekanan bola mata naik tinggi tiba-tiba (akut).
Gejala klinisnya, seperti tajam penglihatan menurun mendadak, tampak pelangi bila melihat lampu, sakit di sekitar mata, sakit kepala, rasa mual sampai muntah. Bila tidak segera diobati menyebabkan kebutaan.
Untuk tipe kronis gejalanya mirip glaukoma sudut terbuka, bedanya adalah sudut bilik mata depannya tertutup. Namun, ini hanya dapat diketahui setelah pemeriksaan oleh dokter mata.
Jenis ketiga adalah glaukoma sekunder, yang dapat terjadi akibat kecelakaan atau trauma, obat tertentu (steroid), tumor, reaksi peradangan, dan pembuluh darah yang tidak normal (sering karena diabetes melitus).
Terakhir adalah glaukoma kongenital. Jenis glaukoma ini jarang terjadi, di mana sudut bilik mata depan terbentuk secara tidak normal sejak lahir. Orangtua akan melihat bayinya sebagai berikut: bola mata tampak lebih besar dari normal, kornea tidak jernih, takut melihat cahaya, dan keluar air mata bila kena cahaya. Orangtua perlu segera membawa anak dengan kelainan ini ke dokter.
Gejalanya tekanan bola mata di atas 21 mmHg (normal 10-20 mmHg). Tekanan di atas normal ini akibat cairan dalam bola mata yang berada di bilik mata depan tidak lancar mengalir keluar. Tekanan bola mata tersebut secara mekanik akan menekan serabut saraf mata sehingga terjepit.
Selain itu juga akan terjadi proses iskemia (jaringan kekurangan nutrisi dan oksigen) karena darah tidak mengalir dengan baik di daerah saraf mata. Terjadilah kematian sel-sel saraf mata.
Faktor risiko yang ikut memicu glaukoma selain perubahan tekanan bola mata adalah usia di atas 40 tahun, mempunyai keluarga yang menderita glaukoma, miopia, atau mempunyai penyakit sistemik seperti diabetes dan kardiovaskular.
Rasanya itu hari yang terburuk selain hari ketika saya koma dimeja operasi sectio caesar anak kedua saya.
Tapi dokter perlu pemeriksaan lebih lanjut karena hari itu sudah cukup melelahkan sangat buat saya dengan kondisi masih demam untuk menjalani banyak pemeriksaan.dan itu harus dilanjutkan besok.saya dianjurkan untuk sementara tidak menggunakan mata.dan harus benar benar bedrest.Saya diresepkan beberapa kapsul dan obat tetes mata.
Hari hari selanjutnyapun saya bolak balik keRS untuk berobat dan berkali kali saya menghabiskan beberpa botol tetes mata yang pada akhirnya saya membaca efeknya yang lebih buruk lagi karena pemakaian pada jangka yang lama.
Setelah badan mulai fit saya mengambil keputusan sendiri karena dokter tidak memberi jawaban pasti penyebabnya.Cuma bolak balik diperiksa tanpa ada kejelasan.Sedangkan kelamaan akibatnya fatal buat saya.
Saya akhirnya konsul dengan dokter lain yang menduga ada terjadi gejala amblasi retina.Ya Allah apalagi ini????
Dalam keterpurukan saya mengembalikan semuanya pada Allah.Saya minta ampun atas segalanya,mungkin ada penyakit hati yang tersembunyi yang saya tidak sadari sehingga menimbulkan gerombolan penyakit yang mengerikan.
alhamdulillah dalam keterbatasan penglihatan ternyata Allah menganugrahkan daya ingat yang kuat. subhanallah...saya bisa dengan lancar hafizh hafalan yang dulu susah sekali nempel,sungguh dibalik kesulitan ada kemudahan,sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan (QS.alam Nasyrah)

Miracle...tubuh terasa lebih ringan saya menerapi mata dengan keyakinan doa.Dan saya memutuskan untuk berhenti meminum jenis obat obatan termasuk pil kontrasepsi yang telah lebih dari 5 tahun rutin diminum.Karena dari petunjuk penggunaan dikatakan pemakaian jangka panjang bisa mengakibatkan gluakoma.
Dan yang tersisah dari pecahan gumpalan bayangan bola hitam dimata menjadi noktah kecil yang melayang di sekitar pandangan mata.terasa aneh karena setiap kita menggunkana mata apalagi pada objek yang terang terlihat jelas benda benda kecil hitam dimata.
Dari berbagai literatur yang dibaca itu adalah floater

"eye floaters" merupakan objek-objek berbentuk aneh yang muncul di pandangan kita, terkadang muncul ketika melihat yang cerah-cerah seperti langit biru. Bentuk objek yang dilihat pun berbubah-ubah, terkadang berwujud titik, terkadang berbentuk berserabut dan panjang.
Ini bukanlah ilusi optikal, Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya vitreous yang keluar dari tempatnya semula dan kemudian bergerak-gerak di sekitar bola mata kita.
Vitreous adalah media seperti agar-agar bening yang mengisi bagian dalam bola mata mulai dari belakang lensa mata sampai ke retina, berfungsi untuk mempertahankan bentuk mata kita. Gel alias agaragar pada mata ini terdiri atas 99% air dan 1% elemen lainnya, seperti jaringan asam hyaluronic dan kolagen. Asam hyaluronic berfungsi untuk mempertahankan molekul air. Terkadang, jaringan ini mengekuarkan asam hyaluronic yang kemudian asam ini "menangkap" molekul air. Ketika ini terjadi, akan membentuk inti yang berair di vitreous body.
Kemudian, bagian dari jaringan asam hyaluronic dan kolagen akan terlepas dari tempat yang seharusnya dan mengapung di tengah mata. Dan ketika cahaya melewati area ini, maka akan membentuk bayangan di retina kita. Bayangan inilah yang kita lihat pada saat ini terjadi.
"Eye floaters" juga bisa dikatakan sebagai deposit atau kondensasi di jeli vitreous pada mata.
mata yang mengalami floaters adalah bisa disebabkan dari hasil perubahan dalam pendinginan tubuh dimana gel koloid yang menempati sebagian besar bola mata berongga.
pencegahan tetap mempertahankan hidup sehat dan biasanya pengobatannya dengan laser YAG.
Persis saran salah seorang dokter kepada saya.namun tidak ada bukti bahwa ini efektif. Penggunaan laser juga menghadapkan pada risiko-risiko signifikan pada penglihatan dari mata yang jika tidak adalah suatu mata yang sehat. Vitreous sendiri juga dapat diangkat dengan operasi oleh suatu prosedur yang disebut vitrectomy. Ini melibatkan beberapa irisan kedalam mata dan dicadangkan untuk situasi-situasi yang mana ada sejumlah besar dari darah yang tidak menghilang atau puing-puing peradangan didalam mata. Operasi dari yang manapun seharusnya tidak dilaksanakan pada pasien-pasien dengan tipe yang umum dari eye floaters dalam kaitan dengan vitreous syneresis atau posterior vitreous detachment.
dan alhamdulillah eye floaters berkurang pada ukuran dan kegelapannya seiring waktu. Katanya sih karena proses-proses alamiah didalam mata. Sekarang floaternya bergeser dalam posisinya didalam mata, berakibat pada efek bayangan yang lebih sedikit. Mungkin karena syaraf-syaraf didalam otak beradaptasi dan menjadi terbiasa dengan kehadiran eye floaters, mengabaikan dan membuat diri gembira dengan hati yang lebih 'luas'.
“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari).
2 komentar:
lagi info tentang glaukoma di SIHAT SELALU - Glaukoma Tiada Penawar
Hi, saya membaca semua penjelasan anda soal eye floater karena saya nampaknya mempunyai masalah yg mirip.
sejak 7 tahun yg lalu saya melihat ada satu titik yang selalu membayang di mata kiri...kemarin setelah berenang saya melihat floater berbentuk untaian rambut ,...karena kawatir,,,saya mencari di situs tulisan tentang bayangan titik di mata, dan menemukan penjelasan anda,,,thank you,,,
wassalam, Nugget Gunawi
Post a Comment