Permasalahan yang sering di hadapi oleh negara berkembang adalah masalah kesehatan salah satunya adalah masalah Stunting .

Gagal tumbuh ini sebenarnya di akibatkan oleh banyak faktor,tetapi yang paling berperan di sini adalah akibat dari efek samping gizi buruk sejak di 1000 hari pertama kehidupan / 1000 HPK anak itu sendiri.
Selain itu stunting ini juga menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yaitu pada masa kanak-kanak, yakni perkembangan menjadi terhambat, penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem pembakaran.
Pada jangka panjang yaitu pada masa dewasa, yakni timbulnya risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.Jadi yang harus di ketahui di sini bahwasannya Stunting bukanlah suatu kelainan genetik atau kelainan fisik tapi murni dari kesalahan dalam pengolahan masalah asupan gizi.
Di lihat dari periodenya maka ada dua periode masa pencetus terjadinya stunting yaitu:
Problem ini biasanya di karena kesalahan dalam menterjemahkan konsep asupan dan takaran standar makanan bergizi dan juga gaya hidup yang salah di masyarakat.
1000 hari pertama kehidupan atau yang biasa di sebut golden age pertama sangat berperan penting dalam usaha usaha menurunkan prevalensi stunting atau gagal tumbuh.
1000 hari ini di mulai dari masa 9 bulan kehamilan di lanjutkan 2 tahun masa balita.
Kesadaran orang tua akan betapa pentingnya periode emas inilah yang akan mengkoreksi kemungkinan stunting terjadi.
Bahkan makanan sehat yang bergizi serta memperhatikan pola hidup yang berkualitas amat sangat di terapkan sejak perencanaan kehamilan.Jadi pencegahannya di lakukan lebih awal.
Hasil data yang di peroleh menunjukan bahwa kekurangan zat zat penting dalam masa kehamilan masih sangat tinggi.Terutama kekurangan zat besi yang akan berakibat buruk bagi ibu hamil dan juga bayi yang di kandung.
Seperti yang di ketahui bahwa defisiensi zat besi pada ibu hamil akan mengakibatkan resiko berat pada masa kehamilan hingga melahirkan.Anemia yang di derita akan berdampak juga pada berat badan lahir bayi yang rendah dan resiko pendarahan pada sang ibu.
Untuk negara kita sebenarnya pemerintah telah menjalankan program pembagian zat besi gratis bagi ibu hamil.Tapi walaupun begitu sebenarnya bukan dengan minum kapsul zat besi jadi solusi yang sebenarnya karena kekurangan vitamin atau zat penting yang di perlukan tubuh itu bermula dari pola makan yang benar sesuai kaidah gizi yang ada.
Makanan bergizi sebenarnya bisa di dapat dari keanekaragaman makanan yang mudah di dapatkan di sekitar kita.Contoh makanan yang biasa mudah di dapatkan adalah sayuran,tahu,tempe.Karena makanan tersebut kaya akan kandungan zat besi dan vitamin yang lain.Tak terlalu sulit dan tak harus mahal untuk mendapatkan hidup sehat sebenarnya.
Jadi yang harus di garis bawahi di sini adalah bahwa gizi buruk pada wanita hamil ternyata bukan tergantung dari kemapanan finansial seperti yang di pikirkan pada umumnya selama ini.Tapi lebih pada pola hidup sehat yang di terapkan dalam keseharian. Begitupun untuk pemenuhan gizi pada anak anak usia balita.Penerapan penerapan kebiasaan yang baik dan sehat dapat mencegah stunting pada generasi yang akan datang.Generasi yang bebas stunting itu adalah modal besar dalam membangun peradaban yang lebih baik ke depan.Dan harapan Indonesia bebas stunting sangat relevan bila semua pihak terkait berkeingan kuat dan bekerjasama untuk mewujudnya.
Dan pencerahan tentang stunting ini harus ada edukasi dan di sosialisasikan ke khalayak ramai,agar ada pencerahan yang lebih baik.
Bila penyebab dari kasus stunting telah di ketahui lebih dini maka usaha penurunan prevalensi stunting yang sedang gencar gencarnya di canangkan pemerintah melalui penyuluhan pihak Depkes dan Depkoinfo akan terlaksana lebih mudah.
Untuk itu di perlukan peran penggiat media untuk mau mensosialisakan tentang kaitan stunting dan gizi buruk di setiap kesempatan.
Hal ini penting agar kesimpang siuran dan kesalahan persepsi yang banyak beredar dapat di luruskan.
Pada kesempatan Flash Blogging yang di adakan di Novotel Lampung pada 12 September 2017 para blogger yang berdomisili di kota Lampung dan tergabung dalam komunitas Tapis blogger mendapat kesempatan langka karena mendapat pencerahan langsung dari sumber sumber yang berkompeten di bidangnya.
Acara ini di selenggarakan oleh Dinas Kominfo Provinsi Lampung dan Kemkominfo .
Dan pada acara ini para bloggerpun mendapat cipratan ilmu blogging yang cukup deras dari founder komunitas Kumpulan Emak Emak Blogger,Mira Sahid.
1.Periode 9 bulan sebelum kelahiran
Masalah gizi buruk pada ibu hamil menjadi point penting di sini.Karena di setiap trisemester masa kehamilanlah masa tumbuh kembangnya organ organ penting pada anak.
1000 hari pertama kehidupan atau yang biasa di sebut golden age pertama sangat berperan penting dalam usaha usaha menurunkan prevalensi stunting atau gagal tumbuh.
1000 hari ini di mulai dari masa 9 bulan kehamilan di lanjutkan 2 tahun masa balita.
Kesadaran orang tua akan betapa pentingnya periode emas inilah yang akan mengkoreksi kemungkinan stunting terjadi.
Bahkan makanan sehat yang bergizi serta memperhatikan pola hidup yang berkualitas amat sangat di terapkan sejak perencanaan kehamilan.Jadi pencegahannya di lakukan lebih awal.
Hasil data yang di peroleh menunjukan bahwa kekurangan zat zat penting dalam masa kehamilan masih sangat tinggi.Terutama kekurangan zat besi yang akan berakibat buruk bagi ibu hamil dan juga bayi yang di kandung.

Untuk negara kita sebenarnya pemerintah telah menjalankan program pembagian zat besi gratis bagi ibu hamil.Tapi walaupun begitu sebenarnya bukan dengan minum kapsul zat besi jadi solusi yang sebenarnya karena kekurangan vitamin atau zat penting yang di perlukan tubuh itu bermula dari pola makan yang benar sesuai kaidah gizi yang ada.
Makanan bergizi sebenarnya bisa di dapat dari keanekaragaman makanan yang mudah di dapatkan di sekitar kita.Contoh makanan yang biasa mudah di dapatkan adalah sayuran,tahu,tempe.Karena makanan tersebut kaya akan kandungan zat besi dan vitamin yang lain.Tak terlalu sulit dan tak harus mahal untuk mendapatkan hidup sehat sebenarnya.
2.Perode 2 tahun setelah kelahiran
Pemenuhan gizi pada anakpun masih berlanjut sangat significan minimal di 2 tahun pertama usia anak hingga usia 5 tahun untuk lengkapnya.
Hal ini bisa di mulai dengan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan dan di lanjutkan hingga 2 tahun berdampingan dengan makanan pendamping ASI yang sehat dan sesuai usia anak.
Pemberian ASI juga bukan program tiba tiba tapi seharusnya sudah terencana sejak awal kehamilan.
Maka lagi lagi makanan sehat dan bergizi menjadi andalan bagi ibu ibu pejuang ASI.Dan peranan orang di sekitar ibu hamil dan menyusui amat sangat penting dalam kesuksesan pemberian ASI ekslusif yang manfaatnya sangat banyak bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak kelak.
Kebiasaan sarapan setelah anak mengenal makanan padat sangat di perlukan untuk menunjang kelanjutan kebutuhan gizi pada balita.
Kembali ke makanan dan pola hidup sehat yang bermula dari rumah sangat di anjurkan.Agar terjadinya stunting yang di khawatirkan pada anak anak bisa di atasi sejak dini.


Hal ini penting agar kesimpang siuran dan kesalahan persepsi yang banyak beredar dapat di luruskan.
Pada kesempatan Flash Blogging yang di adakan di Novotel Lampung pada 12 September 2017 para blogger yang berdomisili di kota Lampung dan tergabung dalam komunitas Tapis blogger mendapat kesempatan langka karena mendapat pencerahan langsung dari sumber sumber yang berkompeten di bidangnya.
Acara ini di selenggarakan oleh Dinas Kominfo Provinsi Lampung dan Kemkominfo .
Dan pada acara ini para bloggerpun mendapat cipratan ilmu blogging yang cukup deras dari founder komunitas Kumpulan Emak Emak Blogger,Mira Sahid.