Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila ia mengiringi. Demi siang apabila ia menampakkan diri. Demi malam apabila ia menutupi. Demi langit serta binaannya. Demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa dengan segala penyempurnaan (ciptaan)-Nya. Allah mengilhami sukma, keburukan dan kebaikan. Beruntunglah siapa yang membersihkannya, rugilah siapa yang mengotorinya.” QS:As-Syams:1-10
Showing posts with label sekolah. Show all posts
Showing posts with label sekolah. Show all posts

Thursday, 23 November 2017

Netizen Lampung dengan Empat Pilar MPR RI




Masih Indonesiakah kita
setelah sekian banyak jatuh bangun
setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
setelah sekian banyak tebentur dan terbentuk
Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan
persatuan di atas perselisihan
musyawarah di atas amarah
kejujuran di atas kepentingan
Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
dan hanya tinggal slogan dan gambar?
Tidak!
Karena mulai kini, nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bumikan
menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia
Dari Sabang sampai Merauke
kita akan melihat lebih banyak lagi
senyum ramah dan tegur sapa
gotong royong dan tolong menolong
kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan
kepedulian menjadi dorongan
Dari terbit hingga terbenamnya matahari
kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh
berkeringat karena semangat
kerja keras menjadi ibadah
ketaatan menjadi kesadaran
kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan
Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya
tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini Baru Indonesia!


Merinding  itulah yang saya rasakan ketika Sesjen MPR RI Bapak Ma'aruf Cahyono membacakan puisi yang berjudul Manifesto di atas podium pada acara Netizen Ngobrol Bareng MPR RI yang di adakan di Swiss BelHotel International Bandar Lampung 19 November 2017 yang lalu.
Setiap baitnya menghantarkan saya pada suasana yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Persis seperti suatu perasaan gelora cinta dan rindu tanah air Indonesia ketika saya masih merantau di negeri Sakura beberapa tahun lalu,di mana selalu ada sesuatu yang menggebu gebu di dada ketika saat mendengar alunan lagu  Indonesia Raya atau Indonesia Pusaka di kumandangkan.
Mungkin karena  akhir akhir ini secara perlahan lahan merasakan banyak kehilangan ciri ciri khas  bangsa yang dulu sangat di agungkan dan menjadi kebangaan ketika bercerita tentang tanah air tercinta Indonesia yaitu budi pekerti luhur yang menjadi budaya tanah air tercinta Indonesia.


Dan ketika ada informasi tentang akan di adakannya acara Netizen Ngobrol Bareng MPR RI,saya sangat bersemangat untuk mengikutinya.Acara seperti ini sangat bermanfaat karena dapat menyegarkan kembali banyak ingatan tentang prinsip prinsip dasar dalam hidup bernegara dan berbangsa yang bermartabat.

Saya setuju sekali dengan apa yang di sampaikan oleh  Kepala Biro Humas MPR yaitu  Ibu Siti Fauziah,bahwasannya peran serta dari semua lapisan di masyarakat di perlukan   untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan negara.
Salah satunya adalah peran serta dari  netizen yang aktif di jaringan informasi media online untuk ikut serta andil juga dalam mensosialisasikan empat pilar MPR RI.
Di acara ini para netizen Lampung yang kebetulan adalah kumpulan dari komunitas para blogger yang bernama Tapis Blogger mendapat godiebag,tas yang berisikan  tshirt juga beberapa pamflet dan sticker yang bertemakan tentang sosialisai 4 pilar MPR RI,note,majalah, dan juga buku saku tentang tugas ,kedudukan dan wewenang MPR plus buku saku UUD'45.
Isi godiebag ini sangat membantu sekali sebagai bahan referensi dalam mensosialisasikan 4 pilar MPR RI ke khalayak ramai khususnya di lini media sosial.


Mengapa Sosialisasai 4 pilar MPR RI ini di perlukan?

Seperti yang kita ketahui bersama sejak era gerbang informasi khususnya di dunia digital terbuka lebar maka arus informasi membanjiri segala bidang dengan derasnya,yang terkadang lepas kontrol tampa filter penyaring informasi terlebih dahulu.
Di khawatirkan hal ini akan menimbulkan berbagai dampak yang tidak di inginkan bersama,seperti masalah serius pada goyahnya persatuan dan keutuhan bangsa.
Pemikiran inilah yang menjadi dasar mengapa perkembangan kemajuan teknologi tersebut juga  sebaiknya di beri pendampingan yang baik,khususnya perhatian dari pihak penyelenggara negara.
Apalagi belakangan ini yang menjadi trending topic di sosial media lebih banyak menjurus ke  hal hal yang agak sulit di minta pertanggungjawabannya di mana isi kontennya  lebih banyak unsur hoaxnya daripada informasi yang akurat di dalamnya.
 Oleh karena itu pemerintah yang dalam hal ini MPR RI hadir bergerak untuk mendidik anak-anak bangsa agar lebih bijak dalam mengelola media sosial,seperti yang di kemukakan  oleh Sesjen MPR RI, Bapak Ma’ruf Cahyono dalam sesi netizen ngobrol bareng kemarin. 


Tahukah kamu apa saja  Empat Pilar MPR RI itu?



Empat pilar itu sebenarnya sudah tidak asing di telinga anak  bangsa  karena ke empat pilar tersebut tersebut telah di pelajari sejak masih di sekolah dasar.

Empat Pilar MPR RI itu adalah 
1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
2. UUD NRI Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara
3. NKRI Sebagai Bentuk Negara
4. Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara


Dan lewat peran aktif  para netizen sebagi penggiat media online , MPR RI menggandengnya untuk lebih  gencar mensosialisasikan empat pilar MPR agar dapat menggugah semangat nasionalisme masyarakat terutama generasi muda  di semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.



Tak di ragukan lagi bahwa Pancasila adalah dasar negara.Meski belum ada perangkat hukum yang menegaskan  bahwa Pancasila sebagai dasar negara, tetapi ke lima silanya tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Dan fakta sejarahnya pun berbicara demikian bahwa Pancasila secara aklamasi telah di terima oleh bangsa Indonesia sebagai falsafah dan ideologi bangsa dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera sebagaimana juga kita tahu bahwa hal itupun termakhtub dalam Pembukan UUD Negara Republik Indonesia 1945.
Sebenarnya Pancasila pernah mendapat penegasan sebagai dasar negara ketika masih berlakunya Ketetapan(Tap) MPR RI No.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau jaman saya masih sekolah dulu di kenal dengan nama Eka Prasetya Pancakarsa.
Tetapi ketetapan ini di cabut melalui ketetapan MPR RI No XVIII/1998.Tetapi di ketetapan yang baru ini pun masih terdapat juga penegasan yang sama yaitu  Pancasila sebagai dasar negara.




Dalam merajut kembali nilai nilai luhur bangsa yang telah di rumuskan oleh  founding  father Indonesia,hendaknya generasi pengisi kemerdekaan di jaman sekarang bisa menengok dan mengenggam kembali nilai nilai yang terkandung di setiap butir butir Pancasila.

Kalau membaca kembali implementasi sila sila Pancasila dengan cermat ternyata kita punya semacam panduan yang tepat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di tengah kencangnya arus teknolagi informasi yang berlari begitu cepat dewasa ini.
Salah satu slogannya yang lebih mendekati dengan keadaan fenomena politik yang berkembang saat ini adalah seperti slogan "Berhenti berseteru,mulailah bersatu" atau "Stop diskriminasi,mulailah toleransi".



Ketika memegang buku saku UUD'45 saya merasa kembali ke masa jaman sekolah dulu.

Masih teringat bagaimana kami,generasi jaman itu bersemangat menghafal pasal pasal yang terdapat di dalamnya.Dari mulai Pembukaan UUD'45 hingga ke 37 pasal yang ada.
Di tengah acara yang sedang berlangsung kami di beritahukan bahwa bapaka ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan akan segera hadir di ruangan.
Dan inilah puncak acara yang di tunggu tunggu semua hadirin di acara ini.
Karena kehadiran beliau bisa semangkin membuat acara semakin semarak dan lebih hidup lagi.

 
Tabik Pun” ...dan suara sapaan yang merupakan ciri khas daerah Lampung terdengar ramah menyapa,begitupun para hadirin sontak menjawab salam tersebut dengan kalimat “Ya Pun”.
Dan bapak ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan masuk ke ruangan di sertai rombongan.Hadir pula bapak Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Bapak Zulkifli Hasan.
Seperti biasa naluri seorang blogger yang tak lepas dari jiwa photografi langsung berdiri dan mengabadikan momen kedatangan ketua MPR RI tsb.
Karena mengabadikan suatu momen adalah hal yang tak bisa di pisahkan dari orang orang yang berkecimpung di dunia sosial media.Maklum ada peribahasa khas netizen yaitu no pict = hoax.
Jadi pemandangan bersemangatnya mengambil foto adalah hal lazim di setiap momen yang ada.
Bapak Zulkifli Hasan ternyata merupakan putra asli daerah Lampung tepatnya berasal dari Penengahan Lampung Selatan.
Ternyata putra daerahpun bisa bersaing di skala nasional,bahkan menjadi Ketua MPR RI.
Hal yang sangat membanggakan serta inspiratif bagi generasi muda daerah khususnya anak muda dari Lampung agar berani maju untuk bisa bersaing dengan cerdas dan  elegan.
Karena kecerdasan itu unsur penting di segala bidang dan berguna sepanjang jaman.Oleh karena itu beliau mengimbau agar generasi muda mau berjuang untuk menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Belajar yang keras dan rajin adalah salah satu bentuk implementasi rasa syukur atas keberuntungan mengenyam pendidikan yang layak.
Dengan pendidikan yang baik maka Indonesia  akan memiliki banyak sumber manusia yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi


Di kesempatan tersebut beliaupun menyinggung tentang Artificial Intellegent atau kecerdasan buatan yang  lagi menjadi bahasan menarik di dunia teknologi digital akhir akhir ini.
Karena Artificial Intellegent atau yang biasa di singkat dengan istilah AI ini merupakan hal biasa di jaman serba teknologi digital seperti sekarang ini.
Hal ini di sebabkan dalam perkembangannya kecerdasan buatanmemiliki kemampuan dalam hal  mengikuti atau mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/inteligensia manusia pada umumnya.
AI ini di terapkan sebagai algoritma yang di gunakan pada basis pemograman oleh komputer.
Dalam hal ini berkaitan erat dengan pendekteksian serta pengolahan dan pemunculan kembali data yang masuk di jaringan internet.

Hal ini biasa kita kenal dengan istilah jejak digital.

Oleh karena itu ketika membagikan sesuatu di media sosial,seharusnya netizen jangan lupa bahwa apa yang sudah di bagikan itu akan menjadi bagian dari keabadian yang tak bisa di hapus.


Bapak Zulkifli Hasan menekankan bahwa generasi muda yang berkualitas adalah sumber munculnya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Nah,bila generasi sekarang atau yang terkenal dengan kids jaman now masih saja berkutat dengan informasi informasi hoax,maka akan tertinggal jauh dari kemajuan teknologi yang terjadi di dunia global.
Anak muda sekarang harusnya lebih maju lagi wawasannya dalam menghadapi tantangan masa depan.Jangan lagi di nina bobokan dengan ujaran bahwa Indonesia itu negara kaya akan sumber daya alam yang melimpah.Karena semua itu menjadi tidak berarti ketika generasi penerus yang sekaligus merupakan sumber daya manusianya kalah bersaing dengan kemampuan dan kemajuan teknologi blobal yang sedang terus berlari  sangat cepat dewasa ini.




Netizen yang cerdas adalah netizen yang bijak dalam menggunakan sosial media,karena media mempunyai andil besar dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan di dalam keberagaman yang ada di tanah air tercinta Indonesia.
Media sosial bisa di gunakan sebagai salah satu sarana edukasi di segala bidang khususnya edukasi politik yang belakangan ini banyak mendapat sorotan.
Di tengah semangkin eksisnya peran netizen ketua MPR RI memberi wejangan bahwa sebagai netizen yang bisa menjadi influencer sebaiknya mempunyai wawasan kedaerahan yang meliputi pengetahuan  budaya daerah sehingga bisa menyampaikan sesuatu dengan tutur bahasa yang sesuai dengan budaya yang menjunjung nilai nilai luhur .Di sinilah alasan mengapa di perlukannya kemampuan mengerti sejarah bangsa dengan benar.



Netizen saat ini di ketahui berkembang menjadi kelompok penekan yang paling kuat dalam membangun opini di era pesatnya laju perkembangan teknologi media sosial seperti saat ini. 

Karena memiliki posisi kuat dalam membangun opini, maka netizen di harafkan hendaknya dapat turut  aktif dalam membantu menyampaikan sekaligus menyebarkan pentingnya nilai-nilai ke-Indonesiaan,kususnya tentang Empat Pilar MPR RI dengan tepat.
Hal ini penting karena negara kita saat ini masih menghadapi beberapa masalah.
Contoh masalah yang ada ini menyangkut tentang isu isu kemiskinan,kesenjangan,terkikisnya rasa kejujuran yang mana di tandai dengan makin banyaknya kasus korupsi.
Dan dampak dari semua ini adalah timbulnya distrust atau ketidak percayaan kepada pemerintah.

Semangkin malam acara netizen ngobrol bareng MPR RI makin seru apalagi pada sesi pemotretan.Semua bersemangat untuk bisa berfoto dengan Bapak ketua MPR RI beserta tamu undangan lainnya.Tak lupa kebiasaan selfie atau swafoto pun membuat acara malam itu begitu guyub. 





Keberagaman latar belakang netizen yang hadir pada acara netizen ngobrol bareng MPR RI ini mencerminkan bahwa nilai nilai Kebhinekaan itu masih bersinar terang.Masih terawat dengan baik.

Although different we are one.....
Keragaman itu merupakan keindahan,walaupun berbeda tetapi tetaplah satu.
Dan secara tidak langsungpun kami komunitas Tapis Blogger dalam acara ini menjadikannya ajang kopdar antar sesama anggota.Yang selama ini hanya kenal sepintas di dunia maya.



Baik anggota lama maupun anggota baru.Tak peduli asal kami,latar belakang yang berbeda tapi kami merasakan menjadi satu keluarga besar yang bernaung di satu komunitas netizen Lampung,Tapis Blogger.

Dan keseruan ini makin bergairah ketika kami semua netizen yang hadir ramai ramai untuk mencapai target trending topic dengan hashtag
#inibaruindonesia
#netizenmpr
#netizenlampung
@mprgoid
@tapisblogger



Dan usaha mengejar trending topic pun membuahkan hasil,ini terbukti dari hasil salah satu cuitan malam itu di mana frekuensi orang yang melihat salah satu tweet di twitter malam itu atau beberapa jam setelah di tweet tembus di atas angka 1000.
Artinya pesan yang akan di sampaikan telah bisa menjangkau banyak orang.
Bila itu pesan yang baik,implikasinya pun di harafkan akan baik pula.
Lewat teknologi siapapun bisa belajar apa saja dimana saja.Teruslah belajar untuk berkreativitas serta berinovasi agar globalisasi bukan suatu yang di takuti lagi tapi sesuatu yang harus barani untuk di hadapi.




**Semua foto  adalah dokumen pribadi penulis















Friday, 30 November 2012

Belajar itu adalah....

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun,Dia memberimu pendengaran,penglihatan,dan hati,supaya kamu bersyukur (QS An-Nahl 16: 78).


Dalam ketidak tahuan kita sebagai manusia sejak lahir, kita akan melewati banyak proses belajar tentang semua hal dan dalam segala hal.Baik itu dari hal hal yang sangat sederhana & mungkin saja hal yang sepele hingga belajar tentang hal yang sangat rumit dan berat.
Belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, dari ketidak mampuan menjadi mampu untuk mencapai hasil yang optimal.






 Belajar bisa di artikan sebagai

Monday, 26 April 2010

Sekolah memanusiakan anak


"mama,adek ngga mau masuk SD sama SMP",tiba tiba sibungsu menggelayut digendongan.

"Loh memangnya kenapa dek,koq adek ngga suka sama SD & SMP,kan kalau adek sudah lulus TK adek ganti tempat sekolahnya yaitu adek masuk SD.Begitu juga kalau sudah lulus SD adek bisa masuk SMP seperti abang & kakak"
,jelas saya sambil mencium rambutnya yang harum dengan shampo bayinya.

"Kata abang & kakak sekolah SD & SMP itu susah.Lebih susah dari TK adek sekarang.Sekarang aja adek masih takut jadi imam sholad besok disekolah karena adek takut bacaan sholadnya salah.Apalagi kata Abang sama kakak nanti kalau adek sudah SD terus SMP,hafalannya lebih banyak.Adek jadi bingung ma.....,kan adek belum bisa",jelas sibungsu Akram dengan muka yang kelihatan bingung & takut.

Hmmm...sambil tersenyum saya

Tuesday, 19 January 2010

Bapak2x itu apa belum bisa baca????

Habis salam dengan guru2xnya dan mengucapkan terima kasih pada para bu guru yg berdiri didepan gerbang TK,saya & akram buru2x ketempat parkir mobil kwatir abinya udah nunggu lama disana.Kebetulan kampus & sekolah anak2x bersebelahan jadi bisa sama2x pulang.


"Tunggu dek,mama lihat dulu,abinya udah ada apa belum ya,tadi udah sms ama mama",sembari saya melihat tempat parkir mobil yg kebetulan berada dibawah halte para penjemput anak2x sekolah.Karena tanahnya berkontur dan beda ketinggian antara halte dgn tempat parkir mobil ada 3 meter jadi cukup bebas saya menyapu pandangan kebawah.

"Wah,belum ada dek,kita tunggu dihalte dulu ya",saya gandeng tangan Akram menuju bangku beton di halte.
"Daripada kita tunggu di parkir yg panas enakan disini dek",ujar saya.

"Ma,itu tulisan*dilarang merokok* ya ma??",tanya akram yg dari tadi merhatiin sekitarnya.

Thursday, 7 January 2010

dominan otak kiri

Kemarin waktu kesekolah akram mengambil hasil test dari psikoloq-nya.Ternyata hasilnya dominan otak kiri(-4).
Dari seluruh anak anak yang ikut satu ruangan ternyata kebanyakan otak kanan(2) kecuali akram sendiri (-4).
Pulang dari sekolah jadi langsung penasaran,tanya dengan mbah google tentang otak kiri. Walau dulu pernah baca tapi sepertinya sekarang jadi penasaran banget.khususnya otak kiri untuk balita.

Ternyata banyak sekali sumber didapat,semua lahap dibaca.hampir semua sama tapi ada satu yg menarik di sini

„Was Hänschen nicht lernt, lernt Hans nicht mehr!“.

Saturday, 14 November 2009

Si kecil fobiaschool atau overparenting?........II




Cerita yang lalu adalah sebagian dari alasan2x kenapa akram ngga mau sekolah.Itu belum termasuk sudah sampai diparkiran ngga mau turun mobil karena mau pup tapi maunya pup dirumah daripada disekolah yg jelas ujungnya pasti terlambat masuk sekolah so ngga masuk lagi sekolahnya.atau termos yg dibawa katanya ngga sesuai dengan pilihannya bukan yg dibawa saat itu.belum lagi setiap pagi bawaanya kaya' ibu ngidam mual2x terus.padahal kalo lagi liburan ngga ada tuh mual2x.
pokoknya benar diuji kesabaran deh.

Pada awalnya kita tau mungkin ini alasan2x dia untuk tidak sekolah kalo dia lagi ngga mood kesekolah tapi koq pikir2x lama2x makin parah.
Setelah dapat telepon dari sekolah dan ngobrol terakhir dengan Akram,diputuskan harus kesekolah menemui guru kelasnya untuk menanyakan kejadian yg sebenarnya.Ada tidak kejadian versi Akram,karna saya takut itu imajinasi dia aja

"oh gitu ya bu.memang pernah ada kejadian di

Thursday, 12 November 2009

Si kecil fobiaschool atau overparenting?........I




Sehabis liburan ramadhan yang lalu Akram ada aja caranya biar ngga berangkat kesekolahnya,sebuah TK dimana kedua kakaknya juga doeloe pernah sekolah disitu.

"Mama,adek kepalanya pusing,adek ngga usah sekolah aja ya hari ini?",rengeknya waktu dibangunkan pagi.
Dengan wajah yg kelihatan seperti orang yg ngga enak badan.
"Emang adek pusing?,apanya yg sakit?",tanya saya sedikit kwatir krna setelah diraba suhu badannya biasa aja.
"Ya udah bobok lagi,ntar mama telpon bu guru kalo hari ini adek ngga sekolah",jawab saya sambil mengulurkan botol susunya.

drrrrrrrrr...belum selesai